161 Warga Belajar PKBM Adhyaksa Tuban di Wisuda

Kotatuban.com – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tuban bersama Sekretaris Daerah kabupaten Tuban mewisuda Warga Belajar Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Adhyaksa Tuban, Rabu (29/5/2024). Bertempat di gedung Korpri Kabupaten Tuban, sebanyak 161 warga belajar menerima ijazah sebagai tanda tuntasnya pendidikan kesetaraan yang ditempuh.

 

Kajari Tuban, Armen Wijaya, SH., MH., terima kasih atas pembelajaran dari Yayasan PKBM Adhyaksa Tuban dan para tutor. Pengajaran diberikan secara gratis kepada warga belajar menjadi ladang pahala. Harapannya, pengetahuan dan skill yang didapat warga belajar selama mengenyam pendidikan kesetaraan akan bermanfaat.

 

“Bapak, ibu tidak perlu malu. Justru harus bangga karena meski sudah berumur tetap semangat belajar,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut, PKBM Adhyaksa yang dinaungi Kejaksaan Negeri Kabupaten Tuban mampu menarik minat warga mengenyam pendidikan lebih tinggi. Terbukti sebanyak 161 warga belajar telah tuntas mengenyam pendidikan selama kurang lebih 3 tahun.

 

Sebagai upaya pengembangan, Kajari Tuban, Armen Wijaya menuturkan Pemkab Tuban diharapkan mampu memberikan dukungan lebih, mulai dari tenaga pengajar maupun fasilitas pendukung pendidikan lain. Diharapkan peningkatan fasilitas akan mampu membawa hasil dan manfaat yang lebih besar yang dapat dirasakan warga.

 

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Dr. Ir. Budi Wiyana, M.Si., menerangkan Kejaksaan Negeri Tuban dan Yayasan PKBM Adhyaksa Tuban turut mendukung upaya Pemkab Tuban dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kabupaten Tuban. Tenaga pengajar pada PKBM telah memberikan pembelajaran yang berkualitas tanpa adanya biaya yang dibebankan kepada warga belajar. “Atas nama Pemkab Tuban, kami sampaikan terima kasih atas dedikasi dan dukungan kejaksaan dan Yayasan PKBM Adhyaksa Tuban dalam upaya peningkatan IPM,” jelasnya.

 

Pengembangan SDM di kabupaten Tuban, lanjut Sekda ditempuh salah satunya melalui penguatan sektor pendidikan. Melalui kolaborasi bersama Kejaksaan dan PKBM mampu mempercepat peningkatan IPM di bidang pendidikan. Penguatan sektor pendidikan tersebut diukur dari rata-rata lama sekolah warga. “Saat ini rata-rata lama sekolah warga di kabupaten Tuban mencapai  7,4 tahun,” sambungnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Ketua PKBM Adhyaksa, Cipnal Muchlip mengatakan PKBM Adhyaksa menjadi PKBM pertama dan satu satunya di Indonesia yang memberikan pendidikan kesetaraan gratis bagi warga. Menurutnya, penyelenggaraan pendidikan kesetaraan gratis mulai dari paket A, paket B, dan paket C, akan membawa manfaat bagi masyarakat dengan berbagai latar belakang.

 

Cipnal menerangkan proses pembelajaran ditempuh selama 3 tahun dan penghujung pendidikan akan dilakukan assesment berbasis komputer. “Saat ini warga belajar yang sedang menempuh pendidikan mencapai 180 orang dengan berbagai latar belakang pekerjaan,” jelasnya.

 

Selama menempuh pendidikan, warga juga memperoleh pengajaran mencakup klasikal dan vokasi. Juga diberikan pendidikan dan penyuluhan hukum yang merupakan ajar wajib bagi warga belajar di PKBM Adhyaksa Tuban.

 

“Warga belajar juga sempat melakukan studi ke SIG. Kedepannya, akan dilakukan kesepakatan untuk pengembangan pendidikan vokasi di sektor industri. Diantaranya, las listrik, mengemudikan forklift, dan pelatihan skill lain,” ujarnya.

 

Di samping itu, PKBM Adhyaksa juga menyediakan layanan pembaharuan data kependudukan. Langkah ini dimaksudkan untuk mengedukasi perihal arti penting tertib administrasi kependudukan. Juga mendukung upaya Pemkab dalam meningkatkan IPM. Mengingat, acap kali penilaian IPM Kabupaten Tuban terkendala belum update pendidikan warganya. (duc)

Comments are closed.