Bengawan Solo Meluap, BPBD Tuban Siagakan Personil

Kotatuban.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban bergerak cepat tangani banjir luapan Bengawan Solo sejak Sabtu lalu. Personil BPBD  memastikan kondisi warga terdampak luapan Bengawan Solo pada 12 desa di 4 kecamatan yang berada di tepian sungai.

 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tuban, Sudarmaji menyatakan tinggi muka air sungai Bengawan Solo sudah menunjukan di level Siaga Hijau dan menunjukkan tren penurunan. Meski demikian, personal BPBD Tuban bersama pihak Kecamatan, Kepala Desa dan Perangkat Desa setempat intens melakukan pengecekan ke lokasi luapan air dari sungai terpanjang di pulau Jawa ini.

 

“Kami mengimbau warga tetap waspada dan mematuhi arahan dari perangkat desa dan BPBD Tuban,” ungkap Sudarmaji, Senin (20/2/2023).

 

Sudarmaji menjelaskan selain intensitas hujan yang tinggi, kenaikan debit air sungai Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Tuban disebabkan karena dibukanya spillway (saluran pelimpah) Waduk Gajah Mungkur di Kabupaten Wonogiri. Akibatnya, beberapa rumah warga yang berada di tepian sungai tergenang air luapan. Kendati begitu, sampai saat berita ini ditulis, warga masih menetap di dalam rumahnya dan belum ada yang mengungsi.

 

“Personil BPBD sudah disiagakan sejak adanya informasi dibukanya saluran Waduk Gajah Mungkur sejak seminggu yang lalu. Personil BPBD disiagakan guna mengantisipasi adanya peningkatan status sehingga bisa segera diambil tindakan tanggap darurat,” ujarnya.

 

Adapun wilayah terdampak luapan sungai Bengawan Solo yaitu Kecamatan Soko di desa Menilo, Sandingrowo, Glagahsari dan Kenongosari. Di Kecamatan Rengel yaitu Desa Karangtinoto, Kanorejo, Ngadirejo, dan Sawahan. Wilayah Kecamatan Widang yaitu Desa Patihan, Desa Ngadipuro dan Desa Simorejo. Di kecamatan Plumpang yaitu Desa Kebomlati.

 

Luapan Sungai Bengawan Solo menggenangi  16 rumah warga. Banjir juga merendam area persawahan dan kebun warga tergenang hingga mencapai 327 hektar. Di beberapa desa banjir juga mengganggu aktivitas warga karena jalan lingkungan dan jalan poros tergenang dengan ketinggian 20-30 cm.

 

“Mudah-mudahan banjir ini tidak sampai meluap lagi, dan segera surut. Kami juga menghimbau untuk warga agar tetap waspada, karena sampai saat ini intensitas hujan masih tinggi,” pungkasnya. (duc)

Comments are closed.