kotatuban.com – Kabupaten Tuban mencatat 23 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang Januari 2026. Dari jumlah tersebut, mayoritas penderita merupakan anak-anak usia 1 hingga 14 tahun. Data tersebut disampaikan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban. Lonjakan kasus ini sejalan dengan intensitas hujan yang cukup tinggi sejak akhir Desember 2025, yang memicu meningkatnya perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Kepala Dinkes P2KB Tuban menjelaskan, kelompok anak-anak menjadi yang paling rentan karena daya tahan tubuh yang belum optimal serta aktivitas mereka yang lebih banyak di lingkungan rumah dan sekolah. Kondisi ini membuat risiko penularan semakin besar apabila lingkungan tidak terjaga kebersihannya.
“Kasus yang tercatat didominasi usia anak. Ini menjadi peringatan serius bagi orang tua dan lingkungan sekitar untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan potensi sarang nyamuk,” ujarnya.
Menurut catatan Dinkes, sebagian besar pasien telah mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit. Hingga pertengahan Januari, tidak dilaporkan adanya korban meninggal dunia akibat DBD, namun pemantauan terus dilakukan secara ketat.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Tuban kembali mengintensifkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan pola 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat genangan.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menggunakan kelambu saat tidur, memasang kawat nyamuk di ventilasi rumah, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi mendadak, nyeri sendi, sakit kepala, hingga muncul bintik merah pada kulit.
Pemerintah daerah melalui jajaran puskesmas dan pemerintah desa juga diminta aktif melakukan edukasi kepada warga, termasuk melibatkan kader kesehatan dan juru pemantau jentik (jumantik) di lingkungan masing-masing.
Dinkes menegaskan, pengendalian DBD tidak bisa hanya mengandalkan fogging, melainkan membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
“Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Yang paling penting adalah memutus siklus hidup nyamuk dari jentiknya,” tegasnya.
Dengan masih berlangsungnya musim hujan, masyarakat Tuban diminta tetap waspada dan tidak lengah. Upaya pencegahan sejak dini dinilai menjadi kunci untuk menekan angka DBD agar tidak terus meningkat dalam beberapa bulan ke depan. (co)






