Desa Sugihan Terus Kembangkan Agrowisata Kebun Klengkeng

Kotatuban.com – Desa Sugihan, Kecamatan Merakurak terus berupaya mengembangkan agrowista kebun kelengkeng sebagai unggulan desa. Bahkan, saat ini kebun kelengkeng yang memiliki luas kurang lebih 50 hektar tersebut telah diakui menjadi salah satu produk unggulan di Kabupaten Tuban.

 

“Berkembangnya kebun kelengkeng di desa kami ini tidak lepas support dari berbagai pihak. Termasuk dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban,” terang, Kepala Desa Sugihan, Warsito, pada  kegiatan serah terima program 2023 dan sosialisasi tata kelola CSR tahun 2024, Sabtu (1/6/2024) dibalai desa setempat.

 

Zito sapaan akrab Warsito mengatakan, dan saat ini kebun kelengkeng yang dimiliki warga tersebut telah dikenal masyarakat luas. Selain itu, dampak ekonomi dari perkebunan tersebut juga telah dapat dirasakan manfaatnya. “Saya berharap kebun kelengkeng ini dapat terus dikelola dengan baik. Dan Kampung Kelengkeng akan menjadi icon Desa Sugihan,” ujarnya.

 

Sesuai kesepakatan, lanjut Zito mengatakan bahwa program CSR dari perusahaan semen milik negara tersebut pada tahun 2024 ini juga akan difokuskan untuk pengembangan dan penambahan fasilitas yang ada di area wisata desa tersebut. “Semoga wisata yang menjadi kembanggaan dan harapan warga Desa Sugihan ini dapat terus berkembang,” harapnya.

 

Pada kesempatan tersebut Zito juga berpesan kepada Organisasi Masyarakat Setempat (OMS) yang menerima program dari perusahaan untuk mengelolanya dengan baik dan sesuai aturan yang telah ditentukan. Sehingga, apa yang diberikan perusahaan tersebut dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

 

“Jangan sampai kita melaksanakan program dari perusahaan itu secara asal. Dan selagi masih ada perusahaan yang membantu kita dengan berbagai program maka mari kita gunakan sebaik-baiknya,” katanya.

 

Pada kesempatan yang sama, Senior Manager of Corporate Communication SIG Pabrik Tuban, Dharma Sunyata atas nama manajemen perusahaan mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang selama ini telah menjaga lingkungan dan bekerjasama dengan baik bersama perusahaan.

 

“Program CSR itu sifatnya hanya support dari program yang telah dicanangkan oleh masyarakat bersama pemerintahan desa. Untuk itu, hendaknya program itu apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, dan potensi apa yang bisa dikembangkan,” pungkasnya. (war)

Comments are closed.