Hotel Charis Tuban Komitmen Tolak Tamu Terindikasi Praktek Prostitusi

Kotatuban.com – Managemen Hotel Charis Tuban berkomitmen untuk mencegah masuknya tamu yang terindikasi bakal melakukan peraktek prostitusi ditempat mereka. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan rasa nyaman dan aman kepada tamu yang menginap memang untuk istirahat.

 

“Kita serius dan berkomitmen untuk menolak tamu yang terindikasi bakal melakukan peraktek prostitusi ditempat kita. Baik itu yang datang langsung atau melalui aplikasi online seperti aplikasi MiChat atau aplikasi sejenisnya,” tegas General Manager, Ari Sofiyanto, kepada kotatuban.com saat ditemui diruang kerjanya, Senin (17/10/2022).

 

Bahkan, lanjut Ari Sofiyanto mengatakan, pihaknya telah berulang kali melakukan pengembalian uang tamu yang reservasi melalui aplikasi Traveloka, Tiket.com, maupun aplikasi pembayaran lainnya. Pasalnya, tamu tersebut bakal melakukan perbuatan asusila yang jelas-jelas melanggar hukum baik agama maupun negara.

 

“Kalau ada tamu yang reservasi melalui Traveloka dan terindikasi bakal melakukan Tindakan prostitusi kita akan menghubungi pihak Traveloka minta di cancel. Dan kita akan mengembalikan uangnya,” ujar pria kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah tersebut.

 

Menurutnya, managemen hotel yang berada di Jalan Letda Sucipto Tuban tersebut akan memblacklist tamu yang pernah datang dan terindikasi bakal melaksanakan pelanggaran hukum baik itu prostitusi, narkoba, maupun pelanggaran hukum lainnya. Sehingga, tidak akan bisa menginap atau menyewa kamar di Hotel Charis.

 

“Kalau ada tamu ditempat kita kedapatan melakukan pelanggaran hukum, kita pasti akan melaporkannya kepada pihak yang berwajib,” ungkapnya.

 

Selain itu, berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) hotel telah jelas bahwa setiap tamu yang menginap identitasnya akan diminta. Kepada setiap tamu akan diambil datanya karena orang yang menginap wajib menunjukkan identitas yakni Kartu Tanda Penduduk (KTP).

 

“Ini sebagai upaya kita memang yang tamu menginap di hotel kita ini orang yang telah dewasa bukan anak-anak. Dan tamu yang kesini benar-benar ingin istirahat. Sehingga, kita juga memberikan pelayanan yang maksimal kepada tamu agar merasa nyaman,” pungkasnya. (duc/*)

Comments are closed.