Kurangi Ketergantuangan Anak Pada Gatged, GOPTKI Gelar Dolanan Cah Tuban

kotatuban.com – Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-kanak Indonesia (GOPTKI) Kabupaten Tuban menyelenggarakan Pagelaran Dolanan Cah Tuban, di alun-alun Kabupaten Tuban. Jum’at (2/9/22).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, Forkopimda, Sekda Budi Wiyana, Sekretaris GOPTKI Jatim, Kepala OPD dan Camat, Bunda Paud, serta 20 ribu peserta dari seluruh TK/Paud di tujuh kecamatan, yaitu Tuban, Merakurak, Palang, Jenu, Kerek, Tambaknoyo, dan Semanding.

Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menyampaikan, acara tersebut diselenggarakan selain untuk memeriahkan HUT ke-77 Kemerdekaan Indonesia di Kabupaten Tuban, juga bertujuan untuk mengenalkan kepada anak-anak tentang dolanan atau permainan tradisional hingga lagu-lagu daerah yang identik dengan anak-anak. Menurut Mas Lindra, fakta bahwa anak-anak saat ini lebih gemar bermain gadget dari pada bermain diluar atau berkegiatan fisik, menjadi perhatian tersendiri.

“ Saya berharap, ini bisa dilestarikan, mulai dari dolanan asli tuban, sampai lagu daerah dapat dikenalkan ke anak-anak kita,” jelas Mas Bupati.

Lebih jauh, Mas Lindra juga mengatakan, Pagelaran Dolanan Cah Tuban bersama Mas Bupati bisa memantik perputaran ekonomi untuk para pelaku fashion di Kabupaten Tuban. “Mulai dari sewa kostum hingga make up merasakan dampak ekonomi dari event ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua GOPTKI Kabupaten Tuban Sri Rahayu Budi Wiyana menjelaskan, acara sukses terselenggara berkat kerjasama antara seluruh yayasan/lembaga yang bergerak dibidang pendidikan TK/PAUD se Kabupaten Tuban. Yayuk panggilan akrabnya mengatakan, dengan adanya acara tersebut, diharapkan bisa mempererat kekompakan GOPTKI, IGTKI dan Pemkab. Selain itu, yang lebih penting adalah berbahagia bersama dengan anak-anak.

“Tema dolanan yang kami ambil memiliki harapan, agar anak-anak bisa meninggalkan gadget mereka dan beralih bermain diluar, bahagia bersama dengan bermain bersama dan mengeluarkan ekspresi mereka,” tutur Yayuk.

Sekretaris GOPTKI Provinsi Jawa Timur Sintarini mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, tema dolanan bareng bisa menjadi teladan bagi kabupaten/kota lain untuk kembali memperkenalkan permainan tradisional kepada anak-anak.

Sintarini menyebutkan, gadget sebenarnya merupakan dunia asing untuk anak-anak karena tidak sesuai dengan usia mereka. Hal tersebut sudah waktunya untuk diubah. “Mari kembali memberikan anak-anak permainan sesuai usianya, sesuai dunianya yang penuh dengan kegembiraan, keceriaan dan kegiatan fisik,” jelentrehnya.

Ia juga mengajak seluruh orang tua agar memperkenalkan dunia anak yang lebih baik. “Dunia anak tanpa diracuni oleh sosial media dan lainnya yang tersedia melalui Gadget. Mari kembali bermain bersama-sama,” pungkasnya. (duc)

Comments are closed.