oleh

Pentas Produksi UKM Teater Saung IAINU Tuban

kotatuban.com. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) teater Saung Art-Ma kampus IAINU Tuban telah menggelar acara pentas produksi dalam rangka dies natalis yang ke 13 yang telah berjalan sukses.

Acara tersebut dikemas dengan semenarik mungkin oleh para panitia pelaksana. Mengusung tema “pulung gantung” yang diambil dari histori sejarah yang berada di jogja. Mewarnai kampus hijau IAINU Tuban, pada sabtu (26/7).

Organisasi teater yang sudah lama berdiri dan bergerak dalam dunia kesenian khususnya yang berada di kota Tuban ini telah eksis sejak tahun 2013, hingga sekarang yang menginjak ke usia 13 Tahun. Dimana pada pementasan kali ini mereka tidak lagi memberikan tampilan secara gerak fisik saja, namun point yang di ambil dari tema “pulung gantung” tersebut terletak pada pola dan rasa yang mengarah pada pikiran para audiens.

Dengan mengusung alur pementasan absurd dimana para audiens dibuat untuk terus berfikir, berorientasi, berpersepsi, berprasangka, dan menduga-duga tentang pementasan tersebut yang disebabkan karena koreografi, narasi, serta improvisasi dari aktor yang secara langsung berinteraksi dengan para audiens dan membuat tatanan panggung sama seperti warung kopi, sehingga para audiens bisa langsung memesan minuman dan makanan tanpa adanya batasan.

Point pentingnya terletak pada para audiens yang ragu-ragu akan dirinya sendiri, terbelenggu dan digantung oleh persepsi-persepsi yang muncul. Akankah ikut maju untuk memesan minuman atau makanan yang ada di depan, ataukah hanya berdiam dan terus berangan tanpa tindakan.

Diselimuti dengan adanya para senior teater yang datang dari berbagai penjuru daerah untuk menyaksikan serta ikut berperan, menjadikan pementasan pada malam itu terkesan tampak seperti pada aslinya sebagaimana warung kopi pada umumnya beroperasional.

Tanpa terkecuali, para tamu undangan dari berbagai macam organisasi teater yang lain ikut berdatangan untuk ikut serta memeriahkan acara dies natalis tersebut. Seperti pada teater Saroengan (stai al-anwar), Komunitas teater Sekawan, teater Lintanggiri (unugiri) Bojonegoro, TI Unirow Tuban, teater Kaged (iai al-khairat) Pamekasan, teater Akura Pamekasan, teater Pangestu (Universitas Islam Madura) Pamekasan, teater Q (Uinsa) Surabaya, Sabda Theatre (uinsa) Surabaya, Teater Institut (Unesa) Surabaya, teater Semut Bangkalan, dan masih banyak tamu-tamu undangan yang lain. Serta para penonton pun sangat ramai dan antusias untuk mengikuti pagelaran yang diselenggarakan.

Diakhiri dengan adanya talkshow yang di isi oleh narasumber-narasumber hebat, yakni dari ranah kesenian ada mas Bambang Prijahutomo, dan dari ranah sejarah diisi oleh bapak Auliya Urokhim, dan di pandu oleh host spektakuler yang bernama Akhmad Sifyani yang dari ranah alumni angkatan pertama dari teater Saung Art-Ma.

Kesuksesan ini tidak serta merta hasil dari usaha yang sepele, namun ada beberapa perjuangan panjang yang telah mereka lakukan selama berbulan-bulan. Menyita waktu, pikiran, serta kesehatan fisik telah mereka korbankan demi kelancaran serta kesuksesan pada pentas kali ini.

Ucapan terimakasih dan permohonan maaf tak lupa disampaikan kepada semua kru yang bertugas serta para tamu undangan dan para penonton yang hadir. Harapan besar tak lupa disertakan agar teater Saung Art-Ma dapat menjadi organisasi teater yang lebih baik dan lebih berkembang lagi di kedepannya.

Al-Hakiemii.