oleh

Tak Mau Vakum Lagi! MGMP SMA/SMK/PKPLK Gresik Direvitalisasi, Siap Cetak Prestasi Gemilang

kotatuban.com. GRESIK – Semangat kebangkitan komunitas guru kembali menggema di Kota Pudak. Forum Komunikasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (FK MGMP) Dikmen Kabupaten Gresik menggelar Kegiatan Pembinaan dan Revitalisasi MGMP SMA/SMK/PKPLK, Jumat (27/2), di aula SMAN 1 Gresik. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali MGMP yang sempat vakum sekaligus memperkuat peran strategisnya dalam mendongkrak mutu pendidikan menengah di Kabupaten Gresik.

Hadir dalam kegiatan tersebut seluruh Ketua MGMP Dikmen dari berbagai mata pelajaran. Turut membersamai, Ketua MKKS SMA, SMK, dan PKPLK negeri maupun swasta, Koordinator Pengawas (Korwas), serta para pembina MGMP. Forum ini bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi menjadi ruang konsolidasi besar para penggerak mutu pembelajaran di tingkat satuan pendidikan.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi, sejatinya dijadwalkan hadir membuka dan membersamai kegiatan tersebut. Namun, di hari yang sama beliau tengah menghadiri agenda penting Sinkronisasi Program Kemendikdasmen dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Surabaya. Melalui pesan yang disampaikan, beliau memohon maaf tidak dapat hadir secara langsung dan mendelegasikan tugas kepada jajaran kepala seksi.

Dua narasumber utama yang hadir sekaligus mewakili Kacabdindik adalah Kasi SMA-PKPLK, Joko Sutopo, dan Kasi SMK, Dian Oktaviana. Dalam paparannya, Joko, menegaskan bahwa MGMP bukan hanya forum diskusi guru, melainkan jantung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.

“MGMP harus menjadi rumah kolaborasi, ruang berbagi praktik baik, serta pusat inovasi pembelajaran. Jika MGMP hidup, maka denyut mutu pendidikan juga akan terasa,” tegasnya di hadapan para ketua MGMP.

Salah satu sorotan utama dalam pembinaan ini adalah masih adanya MGMP yang lama tidak aktif atau bahkan masa kepengurusannya telah berakhir. FK MGMP Dikmen bersama Cabdindik mendorong agar MGMP yang vakum segera diaktifkan kembali. Bagi kepengurusan yang telah kadaluarsa, diminta untuk segera melakukan reorganisasi.

Menariknya, dalam rangka memperkuat legitimasi dan sinergi, Surat Keputusan (SK) kepengurusan MGMP dapat dikombinasikan dan disinergikan dengan Cabdindik Wilayah Kabupaten Gresik. Langkah ini dinilai strategis agar MGMP memiliki payung hukum yang jelas sekaligus dukungan struktural yang kuat.

Kasi SMK, Dian Oktaviana, menambahkan bahwa revitalisasi MGMP harus berdampak langsung pada peningkatan kualitas peserta didik. “Ukuran keberhasilan bukan hanya pada rapat dan administrasi, tetapi pada peningkatan prestasi siswa, baik akademik maupun non akademik,” ujarnya.

Lebih jauh, peningkatan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) juga disebut sebagai salah satu indikator pencapaian yang konkret. MGMP diharapkan mampu menyusun strategi bersama dalam menganalisis capaian belajar, menyusun perangkat pembelajaran yang adaptif, serta melakukan pendampingan terhadap guru-guru di sekolah.

Forum tersebut juga menjadi ajang refleksi bersama. Para ketua MGMP menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari rendahnya partisipasi anggota, keterbatasan waktu, hingga kebutuhan peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi dinamika kurikulum dan perkembangan teknologi pembelajaran.

Namun demikian, semangat optimisme begitu terasa. Revitalisasi ini dipandang sebagai titik balik kebangkitan MGMP di Kabupaten Gresik. Kolaborasi lintas jenjang SMA, SMK, hingga PKPLK diharapkan mampu melahirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman sekaligus karakteristik peserta didik.

Dengan penguatan struktur, legalitas kepengurusan, serta orientasi pada peningkatan prestasi dan hasil TKA, MGMP di Kabupaten Gresik diharapkan tidak lagi sekadar forum formalitas. Ia harus menjadi motor penggerak perubahan.

Kegiatan di SMAN 1 Gresik itu pun ditutup dengan komitmen bersama untuk menyusun langkah tindak lanjut konkret di masing-masing bidang studi. Revitalisasi bukan hanya wacana, melainkan gerakan nyata untuk mewujudkan SDM unggul dan berdaya saing.

Jika MGMP bangkit dan bergerak, maka mutu pendidikan menengah di Gresik pun diyakini akan melesat. Dari ruang-ruang diskusi guru, masa depan generasi Gresik sedang ditata dengan penuh kesungguhan.(JS)