kotatuban.com. GRESIK – Semarak peringatan HUT ke-52 Pemerintah Kabupaten Gresik dan Hari Jadi ke-539 Kota Gresik tahun ini terasa berbeda. Nuansa kreativitas pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ikut mewarnai wajah kota melalui karya ornamen taman yang kini terpasang anggun di kawasan Tugu Keris Sumilang Gandring.
Inisiatif tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik dengan SMK Mambaul Ulum Kebomas. Para siswa dilibatkan penuh dalam proses pembuatan ornamen berbahan akrilik bertuliskan ucapan selamat HUT Pemkab Gresik dan Hari Jadi Kota Gresik.
Menariknya, seluruh tahapan pengerjaan, mulai desain hingga finishing dilakukan langsung oleh tangan-tangan kreatif pelajar. Hasilnya pun menuai pujian. Saat malam tiba, ornamen tampak semakin memesona berkat sorot lampu yang mempercantik taman di pusat kota.
Kepala DLH Gresik, Sri Subaidah, menuturkan bahwa kerja sama ini bukan sekadar memperindah ruang publik, tetapi juga menjadi bentuk nyata pemberdayaan pelajar vokasi.
“Kami sengaja menggandeng SMK agar siswa bisa menunjukkan kompetensinya secara langsung. Selain lebih efisien dari sisi anggaran, ini juga memberi ruang aktualisasi bagi pelajar,” ujarnya, Selasa (17/2).
Ia mengaku tak menyangka hasil karya siswa mampu tampil begitu profesional. Menurutnya, pemasangan ornamen di salah satu ikon Kota Gresik tersebut diharapkan dapat menambah semarak perayaan hari jadi sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi para pelajar yang terlibat.
Apresiasi juga datang dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Gresik, Eko Agus Suwandi. Ia menilai keterlibatan siswa dalam proyek ornamen taman ini menjadi bukti konkret bahwa pendidikan vokasi mampu melahirkan karya yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Karya siswa SMK ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kompetensi nyata dan mampu berkontribusi langsung dalam pembangunan daerah,” ungkapnya.
Menurut Kacabdindik Gresik yang sekaligus mantan kepala SMAN 5 Taruna Brawijaya Kediri, proyek tersebut merupakan contoh ideal pembelajaran berbasis praktik, bukan sekadar teori di kelas, melainkan pengalaman riil yang menghasilkan produk produktif dan berdampak sosial.
Ia pun mengajak seluruh elemen, baik instansi pemerintah maupun sektor swasta, untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi siswa SMK. Pendidikan bukan hanya milik insan pendidikan saja. Dikabupaten Gresik, untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua seyogyanya partisipasi semesta mesti diperkuat.
“Berikan kepercayaan kepada pelajar vokasi. Dukungan seperti ini akan memperkuat ekosistem pendidikan yang produktif, adaptif, dan berdaya saing,” tegasnya.
Kolaborasi DLH dan SMK ini menjadi pesan kuat bahwa pembangunan daerah tak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang memberi panggung bagi generasi muda untuk berkarya, menjadikan pelajar bukan sekadar penonton, melainkan pelaku perubahan.(JS)






